https://institutpermatamandalika.com/index.php/jgh/issue/feedJURNAL GLOBAL HEALTH2026-06-30T00:00:00+00:00Arif Sofyandijurnalglobalhealthardila@gmail.comOpen Journal Systems<p><em>Jurnal Global Health</em> adalah jurnal ilmiah yang memfasilitasi publikasi hasil penelitian, kajian literatur, dan inovasi bidang kesehatan yang memiliki dampak pada tingkat lokal, nasional, maupun global. Jurnal ini berfokus pada upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, pendidikan kesehatan, pengembangan intervensi kesehatan berbasis bukti, serta isu-isu kesehatan global yang relevan dengan dinamika perkembangan masyarakat</p>https://institutpermatamandalika.com/index.php/jgh/article/view/319HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT KESADARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI WILAYAH PESISIR BAGEK KEMBAR2026-06-11T08:38:24+00:00Isti YufitriIstiyufitri123@yahoo.comEmi Mardianibelaanggraini.2025@hotmail.comJopita Ramdanibelaanggraini.2025@hotmail.comDewi Anggria PutriIstiyufitri123@yahoo.comRizal Nazal Ulhaqbelaanggraini.2025@hotmail.comBela Luna Duwi Anggarinibelaanggraini.2025@hotmail.comYunia Citra Saharabelaanggraini.2025@hotmail.com<p>Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah pesisir yang memiliki kondisi lingkungan khas dan rentan terhadap permasalahan sanitasi hingga pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendididkan dengan tingkat kesadaran PHBS pada masyarakat didesa bagek kembar sebagai wilayah pesisisr. Penelitian ini menggunakan metode dekripitf kualitataif dengan analisis data kuantitatif sederhana yang diproleh melalui penyebaran kuesioner kepada 10 responden. Hasil penelitian ini menunjukan sebagaian besar responden memiliki tingkat pendididkan sekolah dasar (60%), sedangkan tingkat pemahaman terhadap PHBS berada pada kategori mengetahui namun belum memahami secara mendalam (50%). Selain itu, ditemukan adanya hubungan positif antara tingkat pendididkan dengan pemahaman dan penerapan PHBS. Responden dengan tingkat pendididkan yang lebih tinggi cenderung menunjukan pemahaman yang lebih baik mengenai konsep PHBS serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara lebih optimal dibandingkan responden dengan pendidikan rendah atau yang tidak bersekolah. Namun demikian, kondisi lingkungan serta ketersediaan sarana pendukung juga turut memengaruhi penerapan PHBS diwilayah tersebut.</p>2026-06-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Isti Yufitri, Emi Mardiani, Jopita Ramdani, Dewi Anggria Putri, Rizal Nazal Ulhaq, Bela Luna Duwi Anggarini, Yunia Citra Saharahttps://institutpermatamandalika.com/index.php/jgh/article/view/323HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN PERILAKU DENGAN GEJALA ISPA DI WILAYAH PESISIR KAMPUNG BANJAR2026-06-20T01:41:00+00:00Ahmad Tsabit Qolbiahmadtasabit28@gmail.comMuhammad Fakhri HusainiMukhammadfakhri0306@gmail.comHani LestariMukhammadfakhri0306@gmail.comSyakinah Haji Abdul ganiMukhammadfakhri0306@gmail.comPutri MagvirahMukhammadfakhri0306@gmail.com<p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas global. Secara internasional, World Health Organization (WHO) mencatat ISPA bertanggung jawab atas sekitar 4 juta kematian setiap tahunnya. Di tingkat nasional, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) oleh Kemenkes RI menunjukkan prevalensi ISPA di Indonesia mencapai 23,5%. Beban penyakit ini semakin rentan terjadi pada masyarakat di wilayah pesisir akibat karakteristik lingkungan yang spesifik. Penelitian dan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi fisik rumah serta perilaku dengan gejala ISPA, sekaligus melakukan intervensi promosi kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> di kawasan pesisir Kampung Banjar RT 04 RW 02 pada tahun 2026 dengan melibatkan 30 responden sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner dan observasi langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Fisher's Exact Test</em> (α = 0,05). Hasil menunjukkan prevalensi gejala ISPA mencapai 36,7%, kondisi fisik rumah buruk 56,7%, dan perilaku berisiko tinggi mencapai 76,7%. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kondisi fisik rumah ( <em>ꝑ</em> = 0,454) maupun perilaku (<em>p</em> = 1,000) dengan gejala ISPA karena keterbatasan ukuran sampel dan tingginya homogenitas data di lapangan. Namun, karena angka riil kasus ISPA tergolong tinggi di atas rata-rata nasional, kelompok mahasiswa melaksanakan intervensi tindak lanjut berupa promosi kesehatan metode <em>door-to-door</em> serta pembagian poster edukasi bahaya ISPA kepada seluruh warga yang ditemui di wilayah RT 04. Kegiatan intervensi ini berjalan sukses dan mendapat respon positif dari komunitas sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan keluarga di lingkungan pesisir.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Tsabit Qolbi, Muhammad Fakhri Husaini, Hani Lestari, Syakinah Haji Abdul gani, Putri Magvirahhttps://institutpermatamandalika.com/index.php/jgh/article/view/320PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS REDUCE, REUSE DAN RECYCLE (3 R) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN SANITASI LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR DI PONDOK PERASIH KOTA MATARAM2026-06-20T02:06:52+00:00Nurjaharatunjahratun66@gmail.comHutdahululjannahDahululjannah123@yahoo.comSabila Dwi Januartijahratun66@gmail.comDwi Hafisa HudzaifahNurjaharatun23@yahoo.comAna Septiana Lestarijahratun66@gmail.comTara Aulia Husnus Siffajahratun66@gmail.comDeni Aditia Pratamajahratun66@gmail.com<p>Permasalahan sampah merupakan salah satu isu sanitasi lingkungan yang masih banyak ditemukan di wilayah pesisir, termasuk di kawasan pesisir Pondok Perasi, Kota Mataram. Kebiasaan membuang sampah ke laut serta kurang optimalnya pengelolaan sampah rumah tangga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah pada masyarakat pesisir serta memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis 3R (<em>Reduce, Reuse, Recycle</em>). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi lapangan dan wawancara menggunakan kuesioner sederhana terhadap 15 responden yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kepala keluarga berusia 35–50 tahun. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (60,0%) masih membuang sampah ke laut, sedangkan 40,0% responden menunggu sampah diangkut oleh petugas kebersihan. Permasalahan sanitasi yang paling banyak dikeluhkan adalah sampah berserakan di lingkungan sekitar (40,0%), diikuti pengelolaan sampah yang kurang baik (33,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan sanitasi utama di wilayah pesisir Pondok Perasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan partisipasi masyarakat dalam penerapan prinsip 3R guna mengurangi volume sampah serta mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.</p>2026-06-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurjaharatun, Hutdahululjannahhttps://institutpermatamandalika.com/index.php/jgh/article/view/324PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PHBS PADA MASYARAKAT PESISIR PANTAI KARANG PANAS2026-06-18T05:17:11+00:00Mila Aulia Putrimilaaulia@gmail.comSukma Ramdaniamilaaulia@gmail.comMaulida Husnusyifamilaaulia@gmail.comYola Almagfiramilaaulia@gmail.comSalman Alfarizimilaaulia@gmail.comM.Zulkiflimilaaulia@gmail.comDiki Kurniawanmilaaulia@gmail.com<p>Masyarakat pesisir pantai Karang Panas, Kecamatan Ampenan Selatan, masih banyak yang menghadapi masalah kesehatan seperti diare, ISPA, cacingan, dan DBD. Kondisi ini erat kaitannya dengan masih rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah tangga. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung di lapangan, ditemukan bahwa sebagian besar ibu rumah tangga di wilayah tersebut belum memahami secara baik tentang indikator-indikator PHBS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media poster. Materi yang disampaikan meliputi cuci tangan pakai sabun, penggunaan jamban sehat, konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik, tidak merokok di dalam rumah, dan kebersihan lingkungan rumah. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna pada peserta setelah diberikan penyuluhan. Penyuluhan kesehatan dengan media poster terbukti efektif sebagai upaya peningkatan pengetahuan PHBS pada masyarakat pesisir.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mila Aulia Putri, Sukma Ramdania, Maulida Husnusyifa, Yola Almagfira, Salman Alfarizi, M.Zulkifli, Diki Kurniawanhttps://institutpermatamandalika.com/index.php/jgh/article/view/321HUBUNGAN GAYA HIDUP MASYARAKAT PESISIR TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DAN ASAM URAT DI WILAYAH PANTAI KURANJI, LOMBOK BARAT2026-06-20T01:55:39+00:00FatmawatiFatmawati@undikma.ac.idElsa Paiza AlmayunaElsaPaiza23@yahoo.comMuhamad Surya Risky RamdaniElsaPaiza23@yahoo.comZahrul MubinElsaPaiza23@yahoo.comUyun FitriaElsaPaiza23@yahoo.comNurul FitriatiElsaPaiza23@yahoo.comIra IndrianiElsaPaiza23@yahoo.com<p>Hipertensi dan asam urat merupakan penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di masyarakat dan dipengaruhi oleh pola hidup serta kondisi lingkungan. Masyarakat pesisir memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan akibat kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti pola makan yang tidak teratur, kebiasaan merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gaya hidup masyarakat pesisir terhadap kejadian hipertensi dan asam urat di wilayah Pantai Kuranji, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di kawasan pesisir Pantai Kuranji dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan pengisian kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 10 orang (66,7%), dengan kelompok umur terbanyak yaitu 36–50 tahun sebanyak 5 responden (33,3%). Pekerjaan responden didominasi oleh buruh tani sebanyak 4 responden (26,7%), dan sebagian besar memiliki pendidikan terakhir SD/sederajat sebanyak 13 responden (86,7%). Penyakit yang paling sering dialami masyarakat adalah demam sebanyak 5 responden (33,3%), diikuti batuk/pilek dan hipertensi masing-masing sebanyak 4 responden (26,7%), serta asam urat sebanyak 3 responden (20,0%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan yang dominan pada masyarakat pesisir Pantai Kuranji adalah demam, batuk/pilek, hipertensi, dan asam urat. Faktor gaya hidup dan rendahnya tingkat pendidikan diduga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, penerapan pola hidup sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah meningkatnya penyakit tidak menular di masyarakat pesisir.</p>2026-06-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fatmawati, Elsa Paiza Almayuna, Muhamad Surya Risky Ramdani, Zahrul Mubin, Uyun Fitria, Nurul Fitriati, Ira Indriani