HUBUNGAN INTENSITAS CAHAYA DAN FREKUENSI MEROKOK KEPALA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS SUKARAJA

Authors

  • Laela Nurhidayati Universitas Pendidikan Mandalika
  • Arif Sofyandi Universitas Pendidikan Mandalika

Keywords:

intensitas cahaya, frekuensi merokok, kejadian ISPA

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian pada anak di negara sedang berkembang. ISPA ini menyebabkan 4 dari 15 juta kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun pada setiap tahunnya. termasuk di Kabupaten Lombok Timur berdasarkan Laporan surveillance Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur masih terdapat kasus ISPA pada Balita 3  (tiga) tahun terakhir sejak tahun 2019 terlapor sebesar 56,07 %, tahun 2020 sebesar 36,17 % dari target penemuan kasus sebesar 7.757 kasus, dari jumlah balita sebesar 121.583 orang. Berdasarkan kondisi empirik tersebut peneliti tertarik untuk meneliti aspek intensitas cahaya, frekuensi merokok kepala keluarga terhadap kejadian ISPA pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Kecamatan Jerowaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah case control dengan  jumlah sampel 100 orang responden dengan kriteria sample yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar intensitas cahaya rumah responden tidak memenuhi syarat (84 %), frekuensi kebiasaan merokok kepala keluarga sebagian besar merokok > 10 batang/hari (98 %). Ada hubungan Intensitas cahaya terhadap ispa p-value (0,023) dan frekuensi merokok terhadap kejadian ispa p-value (0,014)  secara bermakna diwilayah Puskesmas Sukaraja Kecamatan Jerowaru Tahun 2021. Berdasarkan hasil analisis multivariat tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dengan tingkat intensitas cahaya rumah tidak memenuhi syarat dan sebagian besar responden memiliki kebiasaan frekuensi merokok > 10 batang/hari dan secara bermakna terdapat hubungan intensitas cahaya rumah dan frekuensi merokok kepala keluarga terhadap kejadian ispa bagi balita di wilayah Puskesmas Sukaraja Kecamatan Jerowaru. Disarankan kepada masyarakat untuk merubah perilaku untuk membiarkan cahaya matahari langsung masuk ke dalam rumah, untuk institusi kesehatan untuk lebih meningkatkan upaya promosi kesehatan kepada masyarakat serta diharapkan penelitian ini dijadikan referensi khasanah ilmu bagi penelitian berikutnya.

Downloads

Published

2025-12-20

How to Cite

Nurhidayati, L., & Sofyandi, A. (2025). HUBUNGAN INTENSITAS CAHAYA DAN FREKUENSI MEROKOK KEPALA KELUARGA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS SUKARAJA . JURNAL GLOBAL HEALTH, 1(1), 1–9. Retrieved from https://institutpermatamandalika.com/index.php/jgh/article/view/240

Issue

Section

Articles