https://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/issue/feedJurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU)2025-05-07T04:01:12+00:00Ade Kurniawanjurnalmadu@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Ilmiah Mandalika Education terbit 2 kali setahun pada bulan April dan Oktober. Jurnal Ilmiah Mandalika Education berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian di Bidang Pendidikan, Sains, Ilmu Terapan, dan Ilmu Sosial. Jurnal Ilmiah Mandalika Education di terbitkan oleh Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso.</p>https://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/148PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 5 GOLEWA2024-08-06T13:38:32+00:00Maria Carmelita Tali Wanggecarmelitawangge46@gmail.comPriska Ngaongaoriska@gmail.comBonevantura Goanvanogoan@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audio visual pada materi bangun ruang sisi datar dan menganalisis pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 5 Golewa. Media pembelajaran audio visual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bangun ruang sisi datar, sehingga hasil belajar siswa meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model <em>ADDIE</em> (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran audio visual efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rat 65 menjadi 81. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 25%, yang secara statistik signifikan dan membuktikan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Media ini membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Maria Carmelita Tali Wangge, Priska Ngao, Bonevantura Goanhttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/230PENERAPAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA2025-05-07T03:03:55+00:00Ade Kurniawaneliskajuliangkary@undikma.ac.idMasjudineliskajuliangkary@undikma.ac.idEliska Juliangkaryeliskajuliangkary@undikma.ac.idRini Kurniatieliskajuliangkary@undikma.ac.idFitri Yuli Ismayatieliskajuliangkary@undikma.ac.idSaidil Mursalieliskajuliangkary@undikma.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model <em>Inquiry Based Learning</em> untuk meningkatkan minat dan pemahaman konsep matematis siswa kelas X di SMKN 1 Dompu. Penelitian tindakan kelas (<em>Classroom Action Research</em>) ini mengacu pada empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu pada bulan Juni 2024 di SMKN 1 Dompu. Intrumen penelitian adalah angket minat belajar siswa dan tes pemahaman konsep matematika. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada Siklus I minat belajar siswa masih rendah dengan persentase ketuntasan klasikan mencapai 66% dan pemahaman konsep mencapai 72%. Hal ini disebabkan oleh ketidakbiasaan siswa dengan model pembelajaran IBL dan kendala dalam bekerja secara berkelompok. Namun, pada siklus II, ketuntasan klasikan minat belajar meningkat menjadi 83,7% dan pemahaman konsep juga meningkat mencapai 88,8%. Peningkatan ini terjadi karena siswa sudah lebih terbiasa dengan model IBL, guru menjelaskan materi dengan lebih jelas, dan memberikan perhatian khusus pada siswa yang mengalami kesulitan. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model IBL dapat meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep matematika siswa di SMKN 1 Dompu dan disarankan untuk diterapkan pada materi dan mata pelajaran lainnya</p>2024-10-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Ade Kurniawan, Masjudin, Eliska Juliangkary, Rini Kurniati, Fitri Yuli Ismayati, Saidil Mursalihttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/189ANALISIS ASESMEN KONGNITIF DAN NON KONGNITIF MATA PELAJARAN IPA KELAS V PADA KURIKULUM MERDEKA DI SDK WAERANA ll2024-08-09T11:12:57+00:00Algiana Yuliamat Rasapril JaunJhaungini@gmail.comAlvensiana Ayuti Ratna Ndasiratnandasi@gmail.comYosefina Uge Laweyosefinaglawe@gmail.com<p>Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang digunakan pada dunia Pendidikan Indonesia saat ini, dimana proses pembelajaran dilaksanakan dengan berpusat pada siswa dan pada kebutuhan, serta karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informsasi terkait kecendrungan gaya belajar peserta didik kelas V SDK Waerana II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang mengumpulkan data melalui observasi, angket, dan wawancara yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Hasil penelitian ini dimasukan sebagai asesmen kognitif dan non kognitif, sebagai bahan untuk pelaksanaan proses pembelajaran pada mata Pelajaran IPA. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti bahwa gaya belajar peserta didik berbeda-beda yang meliputi gaya belajar auditorik, visual, dan audiovisual. Hal ini menunjukan bahwa pemahaman tentang kesiapan gaya belajar siswa sangat penting bagi pendidik untuk mengoptimalkan strategi mengajar dan meningkatkan hasil belajar siswa. </p> <p> </p> <p> </p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Algiana Yuliamat Rasapril Jaun, Alvensiana Ayuti Ratna Ndasi, Yosefina Uge Lawehttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/145PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERORIENTASI HOTS BERBASIS ETNOMATEMATIKA NGADHU BAGHA DI SMP NEGERI 5 GOLEWA 2024-08-06T13:24:18+00:00Melkior Wewemelkiorwewe1@gmail.comPriska Ngaongaoriska@gmail.comBonevantura Goanvanogoan@gmail.com<table width="605"> <tbody> <tr> <td width="480"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes High Order Thinking Skills (HOTS) berbasis etnomatematika Ngadhu Bagha. Etnomatika ngadhu bagha merupakan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan elemen-elemen etnomatika dengan tradisi ngadhu bagha dalam budaya lokal. Instrumen tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam konteks etnomatika ngadhu bagha. Metode pengembangan instrumen tes HOTS berbasis etnomatika ngadhu bagha melibatkan beberapa tahapan. Pertama, dilakukan analisis kebutuhan untuk menentukan kompetensi dan indikator HOTS yang relevan dengan konteks etnomatika ngadhu bagha. Kemudian, dilakukan tahap perancangan instrumen tes, termasuk pemilihan jenis soal dan penyusunan rubrik penilaian. Setelah itu, instrumen tes diuji coba pada sejumlah siswa untuk memperoleh data validitas dan reliabilitas. Terakhir, instrumen tes diperbaiki berdasarkan hasil analisis data dan f<em>eedback</em> dari ahli pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrumen tes HOTS berbasis etnomatika ngadhu bagha memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Instrumen tes ini dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam konteks etnomatika ngadhu bagha dengan baik. Selain itu, instrumen tes ini juga dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan memberikan pengalaman belajar yang berarti bagi siswa.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Melkior Wewe, Priska Ngao, Bonevantura Goanhttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/156PENERAPAN MEDIA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN NUMERASI SISWA KELAS V DI SDKWAERANA ll2024-08-06T23:07:56+00:00Algiana Yuliamat Rasapril JaunJhaungini@gmail.comMelkior Wewemelkiorwewe1@gmail.comAlvensiana Ayuti Ratna Ndasiratnandasi@gmail.com<p>Penelitian ini didasarkan pada rendahnya tingkat memahami siswa sekolah dasar yang diamati dan diwawancarai selama pelaksanaan program kampus mengajar angkatan tujuh. Situasi ini diduga disebabkan oleh kegiatan numerasi yang belum optimal dan kurangnya pemanfaatan sumber belajar yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan numerasi menggunakan media manipulatif bagi siswa sekolah dasar. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pembelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa untuk membekali siswa dengan kemampuan memahami konsep matematika menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep matematika secara akurat,efisien ,dan tepat dalam memecahkan masalah. Salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara menggunakan media manipulatif dalam proses pembelajaran berlangsung.</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Algiana Yuliamat Rasapril Jaun, Melkior Wewe, Alvensiana Ayuti Ratna Ndasihttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/166PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS PENDIDIDKAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS X SMA NEGERI 2 BOAWAE2024-08-07T12:13:23+00:00Priska Ermelinda Noapriskaermelinda02@gmail.comMelkhior Wewemelkiorwewe1@gmail.com<p>This research aims to develop a teaching module for a two variable linear equation system based on realistic mathematics education model for class X high school students. This research aims to produce a prodact in the from of a two variable linear equation system learning module based on a realistc mahematics education model using the EDDIE model, namely analysis, design,development,implementation, and evaluation.the instrument used in this research were expert eqistionaire sheets to measure the validity of teaching materials, teacher response questionaires and student response questionaires and student student response questinaires to measure the practicaly of questionaire trials student nad teacher respondets regarding the modules or products development obtained result with good criteria.based on the results of the assesment by student, namely 3,64 which is in good criteria and the rselts with good criteria. Based on the result of the asessment by teacher respondent namely, 3,8 which is in good criteria, so that the product developed is suitable fo use.</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Priska Ermelinda Noa, Melkhior Wewehttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/167ETNOMATEMATIKA NAGEKEO PADA KAIN TENUN OBA AGI OBA PETE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA2024-08-07T12:17:12+00:00Priska Ermelinda Noapriskaermelinda02@gmail.comMelkhior Wewemelkiorwewe1@gmail.com<p>Directorate of Culture is closely related to science, one of the Directorates in the field of mathematics. Ethnomatics is the part and science of Dis knowledge related to mathematics that is applied to well-identified cultural community groups. Ka Nagekeo culture has many symbols that are related to Etr mathematics and have meanings related to Na school mathematics lessons. The purpose of this writing is to study symbols. - Ika Nagekeo cultural symbols and various shapes and models related to mathematics learning, such as Ma, Oba Aqı Oba Pete woven cloth. The method used in writing the literature review is using descriptive analysis. The results of the study show that the Nagekeo traditional symbols represent mathematics in the geometric aspect , such as rectangular shapes, curved side shapes, and simple curves. This study was used by educators and students in learning mathematics based on local Nagekeo culture and loving the cultural traditions of the local area. Based on the results of observations and documentation, it can be concluded that the oba aqı and oba pete woven fabrics are ancestral, cultural and local community motifs found on the fabrics. oba agi oba pete ikat weaving has rectangular hexagon (broken pinng) and rhombus (rurf) motifs. The tradition of buying and selling ikat woven fabrics, oba açı and oba pete, people use money or exchange woven fabrics for pets, such as buying and selling transactions carried out by village communities. Nagerawe at the Boawae traditional market which uses the anmatics model in the operations of addition, subtraction, multiplication and division. This shows that the connection between mathematics and oba agi and oba pete woven fabrics is 100% valid.</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Priska Ermelinda Noa, Melkhior Wewehttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/177PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATGI DESAIN PEMBELAJARAN INKUIRI DI SMAS ST. FRANSISKUS XAVERIUS BOAWAE2024-08-08T03:26:02+00:00Lafisius Tena Walelafisiustenawale@gmail.comJefrianus Latongjefrilatong@gmail.com<p>Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika dan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMAS ST. Fransiskus Xaverius Boawae tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini diadakan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode inkuiri dan meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode inkuiri dalam matematika. Jenis penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMAS ST. Fransiskus Xaverius Boawae tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 34 siswa. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi siswa menggunakan metode inkuiri pada mata pelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMAS ST. Fransiskus Xaverius Boawae</p>2024-10-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Lafisius Tena Wale, Jefrianus Latonghttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/171ETNOMATIKA NAGEKEO : KAJIAN SIMBOL BUDAYA NAGEKEO DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI2024-08-08T02:32:50+00:00Jefrianus Apijefrianusapi@gmail.commaria pudensia sarina sadaduasarny@gmail.commelkior wewemelkiorwewe1@gmail.com<p>Etnomatika merupakan matematika yang tumbuh dan berkembang dalam kebudayaan tertentu. Dengan menerapkan etnomatematika sebagai suatu pendekatan pembelajaran akan sangat memungkinkan suatu materi yang pelajari terkait dengan budaya sehingga pemahaman suatu materi oleh siswa menjadi lebih mudah karena materi tersebut terkait langsung dengan budaya yang merupakan aktivitas mereka sehari-hari dalam bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana etnomatematika pada budaya masyarakat <em>Nagekeo</em>. Bentuk Etnomatematika pada masyarakat<em> Nagekeo</em> dapat dilihat dari unsur-unsur budayanya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian deskriptif yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu menetapkan informan, melakukan wawancara terhadap narasumber, membuat catatan etnografi, mengajukan pertanyaan deskriptif, melakukan analisis wawancara etnografi, melakukan analisis domain, melakukan analisis taksonomi, dan menulis etnografi. Subjek dalam penelitian ini merupakan orang yang sudah ahli dibidangnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari sampai maret 2020 di Kabupaten <em>Nagekeo</em>. Hasil dari penelitian ini adalah adanya konsep matematika pada beberapa budaya masyarakat di <em>Nagekeo</em> diantaranya bentuk dari <em>po’o kose</em> menyerupai bentuk tabung, kemudian <em>te’e</em> secara keseluruhan berbentuk persegi panjang sedangkan lipatan didalamnya berbentuk persegi, dan perhitungan hasil panen yang mempunyai hubungan dengan perkalian. Dengan adanya penelitian ini, dapat terlihat jelas bahwa budaya dapat dijadikan cara terbaik untuk memahami konsep matematika</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jefrianus Api, maria pudensia sarina sada, melkior wewehttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/231PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI TRIGONOMETRI SMA CITRA BAKTI2025-05-07T04:01:12+00:00Melkior Wewemelkiorwewe1@gmail.comPudensia Sarina Sadamelkiorwewe1@gmail.comJefrianus Apimelkiorwewe1@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual sebagai perangkat pembelajaran matematika yang layak dan efektif selama proses pembelajaran berlangsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development. Penelitian pengembangan menggunakan modifikasi model Thiagaran atau lebih dikenal dengan 4D dengan tahap pendefisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (dessiminate).Sebelum diujicobakan di lapangan, perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media dan ahli materi. Selain itu diperlukan juga angket tanggapan siswa mengenai media tersebut. Hasil dari validasi ahli dan angket siswa sebagian besar berkriteria sangat baik. Jadi perangkat pembelajaran matematika tersebut valid untuk diujicobakan. Uji keefektifan media menggunakan uji t pihak kanan yang hasil analisisnya diperoleh Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada materi trigonometri.</p>2024-10-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Melkior Wewe, Pudensia Sarina Sada, Jefrianus Apihttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/143PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERORENTASI HOTS BERBASIS ETNOMATEMATIKA MBARU NIANG DI SMAS ST FRANSISKUS XAVERIUS BOAWAE2024-08-06T07:54:59+00:00Jefrianus Latongjefrilatong@gmail.comMelkior WeweMelkiorwewe1@gmail.comLafisius Tena Walelafisiustenawale@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes High Order Thingking Skills (HOTS) berbasis etnomatika Mbaru Niang. Etnomatika Mbaru Niang merupakan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan elemen-elemen etnomatika dengan tradisi Mbaru Niang dalam budaya lokal. Instrumen tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam konteks etnomatika Mbaru Niang. Metode pengembangan instrumen tes HOTS berbasis etnomatika Mbaru Niang melibatkan beberapa tahapan. Pertama, dilakukan analisis kebutuhan untuk menentukan kompetensi dan indikator HOTS yang relevan dengan konteks etnomatika Mbaru Niang. Kemudia, dilakukan tahap perancangan instrumen tes, termasuk pemilihan jenis soal dan penyusunan rubrik penilaian. Setelah itu, instrumen tes diuji coba pada sejumlah siswa untuk memperoleh data validitas dan realibilitas. Terakhir, instrumen tes diperbaiki berdasarkan hasil analisis data dan f<em>eedback</em> dari ahli pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrumen tes HOTS berbasis etnomatika Mbaru Niang memiliki validitas dan realibilitas yang tinggi. Instrumen tes ini dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam konteks etnomatika Mbaru Niang dengan baik. Selain itu, instrumen tes ini juga dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan memberikan pengalaman belajar yang berarti bagi siswa.</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jefrianus Latong, Melkior Wewe, Lafisius Tena Walehttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/184KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DALAM PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA NEGERI 1 MAUPONGGO2024-08-09T02:06:35+00:00Melkior wewemelkiorwewe1@gmail.comApliana Tamo Inyamelkiorwewe1@gmail.com<p>It is important for students to master higher order thinking skills. However, based on the results of a study from PISA in 2018, Indonesia is ranked below the OECD average. One of the reasons for the low PISA test results obtained by Indonesia is the low level of high-order thinking skills. The low level of Higher Order Thinking Ability is due to the fact that in the mathematics learning process students are only taught to memorize, rewrite and do homework or exercises, not to be trained more deeply about their Higher Order Thinking Ability and to solve problems relevant to the material being taught. The method used in this research is to use the literature review method. This study aims to determine the relevant learning methods and can improve students' higher order thinking skills. The writing method used is Literature Review, namely by reviewing previous journals that are relevant to the title and purpose of writing. From the studies that have been carried out, there are three lessons that are in line with the goals of Higher-Level Thinking Skills and can improve Higher-Level Thinking Skills, which include Scientific Learning, Problem Posing Learning Approach, and Problem-Based Learning.</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Melkior wewe, Apliana Tamo Inyahttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/181IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI2024-08-09T01:18:07+00:00Sofia Arisofiaari486@gmail.com<p>This research aims to explain how to improve students' literacy and numeracy skills through the project based learning model. Literacy and numeracy skills are currently very much needed by students, especially in the independent learning curriculum, the national exam has been abolished and replaced with a minimum competency assessment or AKM. AKM was implemented after the literacy and numeracy results of Indonesian students were at a low level based on the PISA results in 2018. In AKM, students' abilities were tested, namely literacy and numeracy. Literacy and numeracy skills are very important for students to have. These abilities are closely related to understanding mathematical concepts and other concepts in everyday life. Literacy and numeracy skills are improved through project learning. In projects students are directly involved in making something and analyzing something with material. This research shows that the project bassed learning model can improve students' literacy and numeracy skills. This can be seen from the first cycle literacy and numeracy learning results of 55% and the second cycle literacy and numeracy learning results of 83<strong>%.</strong></p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Sofia Arihttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/183UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA SMA NEGERI 1 MAUPONGGO2024-08-09T01:46:33+00:00Melkior Wewemelkiorwewe1@gmail.comApliana Tamo Inyamelkiorwewe1@gmail.com<p>This research aims to improve student learning outcomes at SMA Negeri 1 Mauponggo through the application of a contextual learning model. The contextual learning model is expected to help students relate learning material to everyday life, thereby increasing their understanding and motivation to learn. The method used in this research is classroom action research (PTK) which consists of two cycles. Each cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. The research results show that the application of the contextual learning model can improve student learning outcomes significantly. The average student score before implementing this model was 65, and after the first cycle it increased to 75, and in the second cycle it reached 85. Apart from that, student participation in the learning process also increased, where students were more active in interacting and discussing in class. The contextual learning model is effective in improving student learning outcomes at SMA Negeri 1 Mauponggo. Therefore, it is recommended that teachers apply this model in the learning process to improve the quality of education in schools.</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Melkior Wewe, Apliana Tamo Inyahttps://institutpermatamandalika.com/index.php/MADU/article/view/182MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY KELAS VII DI SMPN 4 BAJAWA2024-08-09T01:24:46+00:00Melkior Wewemelkiorwewe1@gmail.comSofia Arimelkiorwewe1@gmail.com<p>This study aims to improve students' understanding in solving mathematical story problems using the Inquiry-based learning model for Grade VII students at SMPN 4 Bajawa. The study employed an experimental design with purposive sampling technique. Data collection was conducted through document recording, observation, questionnaire, and test methods. The results showed that the Inquiry-based learning model can enhance students' learning activities and academic achievement. Students' learning activities increased with the use of the Inquiry-based learning model, and their academic achievement also improved. The conclusion of this study is that there is an increase in students' learning activities and academic achievement with the use of the Inquiry-based learning model.</p>2024-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Melkior Wewe, Sofia Ari